Jumat, 06 Oktober 2017

Nurhid Halid : Dari Luar Golkar Yang Meminta Setnov Untuk Mundur

Nurhid Halid : Dari Luar Golkar Yang Meminta Setnov Untuk Mundur


Berita Dunia - Ketua Harian DPP dari Partai Golkar, Nurdin Halid mengaku bahwa dari kalangan internal tidak terdapat permintaan supaya Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto untuk segera mundur dari jabatannya. Yang ada itu hanyalah permintaan untuk dicarikan Pelaksana Tugas (Plt).

"Kalau yang dimana minta mundur tersebut dari luar, Pak JK (Jusuf Kalla) dan Akbar Tandjung. Dari dalam itu sudah minta non-aktif dan agar segera ada Plt," kata Nurdin di di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, pada hari Kamis (28/9/2017). 

Alasannya, lanjut dia, suoaya Setnov bisa dapat fokus dengan masalah hukum yang dimana sekarang ini sedang dialami oleh beliau. Seperti yang telah diketahui, bahwa Setnov ditetapkan sebagai seorang tersangka terkait denan kasus dugaan korupsi e-KTP dan ia juga tengah mengajukan praperadilan.

"Tidak ada yang minta mundur, dari internal itu minta agar segera non-aktif. Supaya lebih konsentrasi mengurus masalah hukum dan juga kesehatan, agar partai tersebut pedomannya dapat berjalan dengan baik dan benar," ucap Nurdin.

"Beliau (Setnov) juga secara faktual dan juga fisik tidak lagi dapat mengurus secara harian. Maksudnya baik, supaya Beliau dapat konsentrasi, ada Plt. Itu masih dalam kajian," sambung dia.

Meskipun demikian, Nurdin mengaku bahwa ia masih belum tahu siapa yang bakalan menjadi Plt untuk dapat menjalan tugas ketua umum untuk sehari-hari. Dan menurutnya, langkah mundur dari Setnov sementara waktu harus adanya kemauan dirinya sendiri.

"Bukan tidak setuju mundur, apabila Beliau minta untuk mundur pasti akan diterima, asal dengan kesadaran dari Beliau, bukan secara dipaksa. Begitu. Apabila dengan kesadaran sendiri, DPP juga harus menerima," jelas Nurdin.

Bukan hanya itu saja, Nurdin Halid juga menegaskan, bahwa sampai sekarang ini masih belum terdapat pembicaraan terkait pemilihan Plt Ketua Umum dari Partai Golkar untuk dapat menggantikan Setnov.

Menurut Nurdin, dirinyalah sementara ini yang akan menggantikan Setnov. Seperti yang telah diketahui, Setnov telah menjadi tersangka terkait dengan kasus dugaan korupsi e-KTP dan tengah terbaring sakit.
"Kalau sesuai hierarki organisasi ya itu ketua harian, tapi saya sama sekali tidak ambisi. Jadi nanti kita lihat,"pungkas Nurdin.

0 comments: